Beranda » Opini » Pendidikan Cerdas adalah Pendidikan yang Mencerdaskan

Pendidikan Cerdas adalah Pendidikan yang Mencerdaskan

Archives

Categories

Calendar

Januari 2013
S S R K J S M
« Apr   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 204,021 hits

Masalah-demi masalah terus melanda bangsa ini, kemiskinan terus merajalela dan korupsi menjadi hal yang lumrah di negeri dengan penduduk terbesar ke empat di muka bumi ini. Yup.. apalagi kalau bukan Indonesia. Banyak kesalahan dan ketidak tentraman terjadi di negeri ini. Keadaan buruk ini jelas berdampak ke bidang pendidikan. Bicara soal pendidikan, makin hari kualitas pendidikan di negeri ini juga semakin buruk dan tak pantas. Kecurangan demi kecurangan terjadi.. bahkan saat ujian nasonal pun sudah muali terjadi aksi “korupsi” oleh manusia yang namanya “pelajar”.

Apa esensi utama dari pendidikan?

Tentunya adalah untuk mencerdaskan manusia. Pendidikan berfungsi untuk meningkatkan martabat manusia dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan menciptakan individu yang berkarakter.
Pertanyaan berikutnya adalah masihkah pendidikan seperti itu?
Begitu sibuknya kita terhadap perilaku dan hasil membuat kita terkadang lupa esensi atau sumber murni darimana perilaku itu muncul. Pendidikan dalam bahasa mudahnya adalah untuk membuat individu yang bodoh menjadi pintar. Namun fenomena saat ini jauh dari sumber murni sebenarnya. Saat ini berbagai institusi pendidikan terlalu berfokus pada hasil hingga melupakan sumbernya. Mulai dari seleksi penerimaan siswa atau mahasiswa baru misalnya, berbagai institusi mencoba mencari bibit-bibit unggul agar nantinya bisa memperoleh hasil yang baik pula.
Terkadang beberapa orang bertanya, sebenarnya sekolah unggulan itu memang unggul atau mahasiswanya yang unggul?
Bukankah esensi pendidikan adalah untuk mengubah orang bodoh menjadi pintar, maka seharusnya sekolah unggulan bukanlah sekolah yang memiliki siswa-siswa yang pandai, tetapi sekolah yang memiliki siswa-siswa yang bodoh kemudian sekolah tersebut berhasil mendidiknya sehingga menjadi pintar. Bukan sekolah yang memiliki siswa-siswa yang pintar dan kemudian memfasilitasi mereka. Maka keberhasilan sebuah institusi pendidikan tidak seharusnya dilihat dari hasil akhirnya, melainkan dari sejauh mana institusi tersebut berhasil membuat perubahan pada siswa atau mahasiswanya. Pendidikan seharusnya bukan tentang mencari bibit-bibit unggul dengan seleksi, tetapi bagaimana membuat perubahan. Jika kita bandingkan apa yang dilakukan Ki Hadjar dan Ki Ahmad Dahlan yang memungut anak-anak jalanan untuk bersekolah, apa yang terjadi saat ini sungguh ironis.
Namun hal ini tidak hanya terjadi pada tingkatan penyelenggara, namun juga pada tingkatan peserta didik. Peserta didik yang terlalu sibuk mengejar hasil berupa nilai dan ijazah terkadang menciutkan esensi atau makna dari pendidikan itu sendiri. Bukan sepenuhnya salah institusi penyelenggara atas apa yang terjadi saat ini, karena mungkin memang seperti inilah harapan peserta didik. Sebuah pendidikan yang mementingkan perilaku dan hasil serta melupakan esensi atau sumber dari pendidikan itu sendiri. Para peserta didik yang lupa atau mungkin tidak mau tahu tentang sumber dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan yang hanya dianggap sebagai sebuah formalitas yang harus dijalani dalam hidup ini.
Pendidikan yang melupakan arti dari pendidikan itu sendiri. Lalu apa yang bisa diharapkan dari dunia pendidikan semacam ini?
Dunia pendidikan yang meminggirkan filsafat dan memuja perilaku dan hasil, padahal pendidikan adalah tentang pemahaman (sumber). Pendidikan yang selaras, pendidikan yang sesuai antara sumber murni dan hasil itulah sebuah cita-cita. DimanaPendidikan Cerdas adalah Pendidikan yang mencerdaskan. Dan hasilnya adalah Orang-Orang cerdas yang juga mencerdaskan Sesamanya Untuk kehidupan yang lebih baik..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: