Beranda » Uncategorized » Belajar itu Menyenangkan ?

Belajar itu Menyenangkan ?

Archives

Categories

Calendar

Januari 2013
S S R K J S M
« Apr   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 204,021 hits

“Masa sekolah, masa sekolah,

Masa-masa yang penuh aturan

Membaca dan menulis dan berhitung

Diajarkan seirama ketukan tongkat kayu!”

( school days)

Belajar seirama tongkat kayu,,perpaduaan antara rasa sakit dan belajar. Hilanglah rasa gembira dan kebebasan dalam belajar. Sebagai gantinya adalah kekerasan, kekejaman, tekanan, pengurungan, dan dihindarinya kesenangan secara sadar. Dilingkungan kita, perpaduan antara rasa sakit dan belajar pun sangat jelas,seperti peribahasa”tanpa sakit tak ada hasil “ merupakan keyakinan tersembunyi.

“ Kegembiraan, hasrat, dan kreativitas liar harus ditindas dan dijinakan.”

Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar paling baik dalam lingkungan yang ditandai dengan adanya minat dan kebahagiaan pribadi,dan bukan dalam lingkungan yang ditandai dengan rasa stres, intimidasi, kebosanan.

Kegembiraan merupakan unsur penting, bahkan rasa gembira itu adalah inti seluruh pembelajaran yang luar biasa.

Banyak sekali yang dapat kita pelajari dari anak kecil, dari hasil penelitian mereka adalah pembelajar paling hebat didunia, sebab mereka belajar dengan penuh kegembiraan.

Oleh sebab itu, jika anda harus mengajarkan mata pelajaran yang kering, membosankan, dan menumpulkan pikiran, tanyalah diri anda sendiri, “bagaimana cara saya mengajarkan ini kepada anak-anak ? Bagaimana saya bisa menjadikan pembelajaran ini pengalaman yang menggembirakan ?”

“pembelajaran yang meningkat terjadi akibat adanya perasaan gembira pada anak-anak maupun orang dewasa”

“Sekolah, boleh dibilang sama dengan pabrik yang membentuk dan mencetak bahan mentah ( anak-anak) menjadi produk untuk memenuhi berbagai tuntutan hidup.”

Anak-anak dengan latar belakang, bakat minat, potensi yang berbeda diajar dengan cara yang sama, anak-anak yang tidak bisa diam dan menurut perintah gurunya dianggap mengalami masalah belajar atau bahkan dianggap menyimpang,, padahal hakikat belajar adalah menggunakan seluruh anggota tubuh secara kesatuan tidak hanya otak saja,,

“Guru biasa hanya mengajar

Guru luar biasa memberi contoh

Guru istimewa memberi teladan”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: