Beranda » Bimbingan dan Konseling » Teknik Sosiodrama

Teknik Sosiodrama

Archives

Categories

Calendar

Januari 2013
S S R K J S M
« Apr   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 204,021 hits

1. Pengertian sosiodrama

Menurut Winkel (1993) sosiodrama merupakan dramatisasi dari berbagai persoalan yang dapat timbul dalam pergaulan dengan oran-orang lain, termasuk konflik yang sering dialami dalam pergaulan sosial. Menurut Wiryaman (2000 : 1-27) bahwa metode sosiodrama merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukan kepada siswa tentang masalah-masalah , caranya dengan mempertunjukan kepada siswa masalah bimbingan hubungan sosial tersebut didramatisirkan oleh siswa dibawah pimpinan guru. Menurut moreno sosiodrama adalah sekumpulan individu yang memiliki fokus tertentu yang bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan sosial dan trnasformasi konflik antarkelompok (Kellermann, 2007 : 1).

Djamarah (2000 : 200) berpendapat bahwa metode sosiodrama adalah cara mengajar yang memberikan kesempatan anak didik untuk melakukan kegiatanmemainkan peran tertentu yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.

Menurut kamus besar bahasa indonesia, bahwa sosiodrama adalah drama yang bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang masalah sosial dan politik (1988 : 855).
Dari berbagai penjelasan tentang sosiodrama diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sosiodrama adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang terjadi dalam konteks hubungan sosial dengan cara mendramakan masalah-masalah tersebut melalui sebuah drama.

Pada metode sosiodrama menuntut kualitas tertentu pada siswa, yaitu siswa diharapkan mampu menghayati tokoh-tokoh atau posisi yang dikehendaki. Keberhasilan siswa dalam menghayati peran itu akan menentukan apakah proses pemahaman, penghargaan, dan identifikasi diri terhadap nilai berkembangnya (Hasan, 1996 : 266)

Melalui metode ini para siswa diajak untuk belajar memecahkan dilema-dilema pribadi yang mendukungnya dengan bantuan kelompok sosial yang anggota-anggotanya adalah teman-teman sendiri.dengan kata lain, dilihat dari sudut pandang pribadi, model ini berupaya membantu individu dengan proses kelompok sosial.

Tentunya metode sosiodrama memiliki tujuan dan manfaatnya bagi siswa. Tujuan sosiodrama bagi siswa adalah : 1) siswa berani mengungkapkan pendapat secara lisan; 2) memupuk kerjasama diantara para siswa; 3) siswa menunjukan sikap berani dalam memerankan tokoh yang diperankan; 4) siswa menjiwai tokoh yang diperankan; 5) siswa memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan jalannya sosiodrama yang telah dilakukan; 6) melatih cara berinteraksi dengan orang lain.

Sedangkan manfaat sosiodrama adalah 1) siswa tidak hanya mengerti persoalan-persoalan psikologis, tetapi mereka juga ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain bila berhubungan dengan sesama manusia. Ikut menangis bila sedih, rasa marah, emosi, dan gembira; 2) siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang lain dan memperdalam pengertian mereka tentang orang lain.

2. Hakekat sosiodrama
Dewasa ini istilah metode selalu dihubungkan dengan pemecahan masalah, terlebih lagi dalam dunia pendidikan, yang tujuannya yaitu mengubah tingkah laku siswa, serta dapat memotivasi siswa supaya dapat berbuat sesuai dengan tujuan pendidikan. Seorang guru yang menurut tuntutan profesinya adalah merubah tingkah laku siswanya harus dapat mengetahui beberapa tuntutan, sebagaimana dikemukakan oleh Winarno Surachamat (1976 : 45) yaitu: 1) setiap guru harus menetapkan tujuan pengajaran yang akan dicapainya; 2) setiap guru memilih dan melaksanakan metode mengajar dengan memperhitungkan kewajaran metode tersebut dibanding dengan metode yang lain; 3) setiap guru memiliki keterampilan menghasilkan dan menggunakan alat-alat bantu pengajaran untuk nmemungkinkan tercapainya tujuan dengan sebaik-baiknya; 4) setiap guru memiliki pengetahuan dan kemampuan praktis untuk menilai setiap hasil pengajaran baik dari sudut pandang siswa maupun dari sudut pandang guru itu sendiri.

Jusuf Djajadisastra (1985 : 13) mendefinisikan metode sosiodrama adalah suatu metode mengajar dimana guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memerankan peranan tertentu seperti yang terdapat dalam kehidupan masyarakat atau kejadian-kejadian sosial lainnya. Adapun menurut Roestiyah (2008 : 90) sosiodrama adalah mendramatisasikan tingkah laku, atau ungkapan gerak-gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia.

Metode sosiodrama dalam aplikasinya melibatkan beberapa siswa untuk dapat memainkan perannya terhadap suatu tokoh, dan didalam memainkan peranan siswa tidak perlu menghapal naskah, mempersiapkan diri, dan sebagainya. Pemain hanya melihat judul dan garis besar dari isi skenarionya, dan apa yang dikatakannya. Semua diserahkan kepada penghayatan siswa pada saat itu. Ketika melakukannya siswa akan merasa seperti dibawa kedalam peristiwa sesungguhnya, disaat itulah mereka belajar memahami dan menghayati setiap kisah agar dapat mengaplikasikan apa yang didapatnya ke dunia sosial yang sesungguhnya. Hal ini sesuai dengan konsep belajar yang terdapat dalam psikologi Gestalt, yang sering disebut Insight Full Learning. Menurut para ahli psikologi Gestalt, belajar terjadi jika ada pemahaman (Insight). (Biggt Morris L. 1976 : 78). Pemahaman ini muncul apabila seseorang setelah beberapa kali memahami suatu masalah, untuk kemudia muncul adanya suatu kejelasan dimana terlihat adanya hubungan antara unsur-unsur yang satu dengan demikian manusia akan belajar memahami dunia sekitarnya dengan jalan mengatur dan menyusun kembali pengetahuan-pengetahuannya menjadi suatu struktur yang berarti dan dapat dipahami.

Berdasar pada teori Gestalt, maka pelaksanaan metode sosiodrama dapat membuat siswa lebih paham tentang suatu permasalahan sosial. Hal tersebut dikarenakan pemahaman yang dilakukan berulangkali sebelum diaplikasikan dalam dramatisasi maupun dala kehidupan sehari-hari.

Penerapan metode sosiodrama disini menggambarkan suatu bentuk peristiwa aktif yang didramatisasikan menggunakan garis besar skenario.peristiwa aktif tersebut maka akan timbul penghayatan dan pemahaman siswa tentang peristiwa tersebut. Aspek pemahaman ini terdapat dalam komponen Belief System setelah pemahaman dilakukan berulang-ulang maka akan timbul reaksi yang timbul yang merupakan suatu bentuk ungkapan berpikir siswa yang merasa telah mendapat kejelasan dari hasil pemahaman tadi.

Keberhasilan dalam pelaksanaan metode sosiodrama dapat dicapai dengan mengajukan judul yang baik untuk diperankan oleh siswa. Hal ini agar siswa yang terlibat dalam peran bisa menghayati perannya dengan baik, sebelumnya guru mengemukakan garis besar dari skenario tersebut. Kemudian memilih kelompok siswa yang akan memerankan peran, serta mengatur situasi tempat bersama-sama dengan siswa yang terlibat peran tersebut.

Siswa yang tidak ikut memerankan peran diminta supaya mendengarkan dan mengikuti dengan teliti semua pembicaraan, tindakan-tindakan serta keputusan-keputusan yang dilakukan para pemeran. Setelah pementasan selesai, guru mengatur diskusi untuk mengaplikasikan apa yang dilakukan oleh siswa tadi.

Agar siswa memperoleh manfaat yang besar dari metode sosiodrama ini, haruslah diupayakan agar mereka berperan secara wajar, dalam arti tidak dibuat-buat. Oleh karena itu, jalan cerita dalam aplikasi sosiodrama tidak tertentu menjadi ikatan yang ketat bagi siswa ketika harus memerankan perannya. Siswa diberi kesempatan untuk mengekspresikan penghayatan mereka pada saat memainkan peran dan melaksanakan diskusi.

3. Ciri-ciri dan tujuan sosiodrama (Engoswara. 1984: 20)
1.) adapun ciri-ciri metode sosiodrama adalah sebagai berikut :
1.1. merupakan peniruan dari situasi yang sebenarnya.
1.2. Membahas masalah sosial
1.3. Adanya peranan yang dimainkan oleh siswa
1.4. Adanya pemecahan masalah dan pengambilan keputusan

2.) Tujuan penggunaan sosiodrama adalah untuk melatih anak mendengarkan dan dapat menangkap peristiwa secara teliti. Engkoswara mengungkapkan tujuan sosiodrama sebagai berikut :
2.1 untuk melatih anak mendengarkan dan menangkap cerita singkat dengan teliti.
2.2. Untuk memupuk dan melatih keberanian. Pada mulanya semua anak berani tampil kkemuka untuk melakukan dramatisasi masalah sedikit sekali yang mau dengan sukarela tapi lambat laun siswa-siswa itu berani sendiri.
2.3. Untuk memupuk daya cipta dengan melihat cerita tadi siswa menyatakan pendapat masing-masing, hal ini sangat baik untuk menggali kreativitas berpikir siswa.
2.4. Untuk belajar menghargai dan menilai orang lain menyatakan pendapat.
2.5. Untuk mendalami masalah sosial.

4. Prinsip-prinsip pengaplikasian teknik sosiodrama
Prinsip-prinsip pengunaan metode sosiodrama adalah kelompok harus memperhatikan terhadap masalah yang dikemukakan. Penjelasan prinsip tentang penggunaan sosiodrama adalah sebagai berikut : a) siswa belajar dari permainan dan bukan dari kata-kata yang disampaikan oleh guru pembimbing; b)agar perhatian siswa tetap terjaga persoalan yang dikemukakan hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, baik minat maupun kemampuan siswa; c) sosiodrama hendaknya dipandang sebagai alat pelajaran dan bukan sebagai alat hiburan; d) sosiodrama dilakukan oleh kelompok siswa; e) siswa harus terlibat langsung sesuai peranan masing-masing; f) penentuan topik yang dibicarakan antar siswa dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa dan situasi yang tepat; g) petunjuk sosiodrama dapat terlebih dahulu disiapkan secara terperinci; h) dalam sosiodrama hendaknya dapat dicapai tujuan-tujuan yang menyangkut tentang penambahan pengetahuan tentang konsep dan pengertian; i)sosiodrama dimaksud untuk melatih keterampilan agar dapat menghadapi kenyataan dengan baik; j) sosiodrama harus dapat digambarkan yang lengkap dan proses yang berturut-turut yang diperkiranakan terjadi dalam situasi yang sesungguhnya; k) dalam sosiodrama hendaknya dapat diusahakan terintegrasi beberapa ilmu, serta terjadinya berbagai proses seperti sebab akibat, pemecahan masalah dan sebagainya.

5. Langkah-langkah penggunaan sosiodrama
a. Persiapan
1) Menentukan masalah pokok
a) Persoalan pokok diambil dari situasi sosial yang didapat dan dikenal oleh siswa.
b) Persoalan yang dipilih hendaknya bertahap.
c) Guru pembimbing membuat tema, dan garis besar lakonnya yang akan diperankan.
2) Pemilihan pemeran dapat dilakukan dengan menunjuk siswa yang kira-kira dapat mendramatisasi sesuai dengan maksud dan tujuan pelaksanaan sosiodrama.
3) Mempersiapkan pemeran dan penonton, dengan kata lain pemeran drama membuat perencanaan dalam pelaksanaan drama agar berjalan dengan baik, rapih, dan terencana.

b. Pelaksanaan
Pemeran yang telah disiapkan, selama 30 menit kemudian dipersiapkan untuk mendramatisasikan menurut pendapat dan kreasi siswa.
c. Tindak lanjut
Sosiodrama sebagai cara mengajar tidak berakhir pada pelaksanaan dramatisasi saja, melainkan hendaknya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, diskusi, kritik, dan analisis.
Keunggulan metode ini dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1) Dengan teknik bermain peran siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran karena masalah sosial dirasakan akan sangat berguna bagi mereka.
2) Siswa lebih mudah memahami masalah-masalah sosial karena siswa mengalami sendiri, melalui bermain peran.

6. Keunggulan metode sosiodrama
Danny G. Langdon mengungkapkan keunggulan metode sosiodrama adalah sebagai berikut :
a. Memperkaya siswa dalam berbagai pengalaman situasi sosialisasi yang bersifat problematik.
b. Memperkaya pengetahuan dan pengalaman semua siswa mengenai cara menghapal dan memecahkan sesuatu masalah.
c. Dengan bermain peran siswa memperoleh kesempatan untuk belajar mengekspresikan penghayatan mereka mengenai suatu problema sosial.
d. Memupuk keberanian siswa untuk tampil di depan umum tanpa kehilangan keseimbangan pribadi.
e. Merupakan suatu hiburan bagi siswa dengan melakukan ataupun melihat permainan peranan.

Metode sosiodrama dalam penelitian ini didefinisikan sebagai suatu metode mengajar dimana guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memerankan peranan tertentu seperti yang terdapat dalam masalah-masalah sosiao. Sehingga memahami mengenai masalah-masalah sosial, yang dapat melatih siswa untuk memahami cara menyelesaikan masalah-masalah sosial yang menghambat atau yang menyebabkan kepercayaan diri menjadi rendah. Selain itu pula dengan metode sosiodrama ini melatih siswa dapat memahami kemampuan yang dimiliki.

Daftar Pustaka :

Kellerman, Peter Felix. (2007). Sociodrama And Collective Trauma. London : Jessica Kingsley Publishers.
Komalasari,Dkk. 2011. Teori Dan Teknik Konseling. Jakarta: PT Indeks
Walker & Shea (Dalam Komalasari, Dkk).2011. Teori Dan Teknik Konseling. Jakarta: PT Indeks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: