Beranda » Bimbingan dan Konseling » Konseling Kelompok

Konseling Kelompok

Archives

Categories

Calendar

Januari 2013
S S R K J S M
« Apr   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 204,021 hits

1. Pengertian Layanan Konseling Kelompok
Layanan konseling kelompok merupakan layanan yang diarahkan pada sejumlah/sekelompok individu. Dengan satu kali kegiatan, layanan konseling kelompok dapat memberikan manfaat pada sekelompok orang. Layanan konseling kelompok dirasakan sangat efisien mengingat layanan ini mampu menjangkau lebih banyak klien secara cepat dan tepat. Selain efisiensi, terdapat manfaat lain dari layanan konseling kelompok yaitu adanya interaksi antara individu yang memungkinkan klien untuk belajar bersosialisasi dan memahami permasalahan orang lain.
Menurut sukardi (2000)”layanan konseling kelompok yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan penuntasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok”.

Layanan konseling kelompok dimaksudkan untuk mengungkap permasalahan individu yang dipecahkan dalam suasana kelompok sehingga individu yang diberikan layanan dapat mencapai tuuan- tujuan yang diharapkan dari layanan itu sendiri.
Dari sini penulis menyimpulkan bahwa:
“ konseling kelompok merupakan suatu usaha pemberian bantuan yang diberikan kepada sekelompok individu yang membutuhkan agar individu tersebut mandiri, mampu mengatasi masalahnya, dan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya dengan memanfaatkan dinamika kelompok”.

2. Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok adalah kekuatan yang mendorong kehidupan kelompok.
Dinamika kelompok merupakan sinergi dari semua faktor yang ada dalam suatu kelompok, artinya merupakan pengarahan secara serentak semua faktor yang dapat digerakkan dari kelompok itu. Dengan demikian, dinamika kelompok merupakan jiwa yang menghidupkan dan menghidupi suatu kelompok.
Peranan dinamika kelompok dalam bimbingan dan konseling merupakan usaha pemberian bantuan kepada orang- orang yang memerlukan. Suasana kelompok yaitu hubungan antara semua orang yang terlibat dalam kelompok dapat dijadikan wahana dimana masing- masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi, tanggapan dan berbagai reaksi dari anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang berhubungan dengan pengembangan diri anggota kelompok yang bersangkutan. Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dari kehidupan kelompok (dinamika kelompok)yang akan membawa manfaat bagi anggotanya.
Melalui dinamika kelompok setiap anggota kelompok diharapkan mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan dirinya dalam hubungannya dengan orang lain. Hal ini tidak berarti bahwa diri seseorang lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum.
Kehidupan kelompok dijiwai oleh dinamika kelompok yang akan menentukan arah gerak dan arah pencapaian tujuan bimbingan dan konseling melalui layanan bimbingan konseling kelompok. Kelompok yang hidup adalah yang berdinamika, bergerak dan aktif berfungsi untuk memenuhi suatu kebutuhan dan mencapai suatu tujuan.
Menurut prayitno (1955),”ketrampilan berkomunikasi secara efektif, sikap bertenggang rasa, memberi dan menerima, toleran, mementingkan musyawarah untuk mencapai mufakat seiring dengan sikap demokratis, memiliki sikap tanggung jawab sosial seiring dengan kemandiriannya yang kuat merupakan arah pengembangan pribadi yang dapat melalui keaktifannya dinamoka kelompok”.

Disini dimaksudkan adalah bahwa anggota kelompok memiliki ketrampilan berkomunikasi secara efektif yang merupakan kunci pokok keaktifanya dinamika kelompok dalam mengembangkan kemampuan- kemampuan sosial.
Berkaitan dengan konseling kelompok maka dinamika kelompok merupakan suatu wadah yang selalu aktif dalam rangka membantu individu- individu untuk dapat secara mandiri maupun secara bersama- sama dalam memecahkan masalahnya. Oleh karena itu dinamika kelompok memegang peranan penting sebagai wadah kehidupan atau jiwa yang bergerak kelompok.
Dengan demikian kelompok mempunyai peranmembantu memecahkan masalah pribadi para anggota kelompok, yaitu apabilaiteraksi dalam kelompok itu difokuskan pada pemecahan masalah pribadi yang dimaksudkan. Dalam suasana seperti itu, melalui dinamika kelompok yang berkembang, masing- masing anggota kelompok akan menyumbang baik langsung maupun tidak langsung dalam pemecahaan masalah pribadi tersebut

3. Tujuan layanan Konseling Kelompok
Konseling kelompok ditujukan untuk memecahkan masalah klien serta mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.
Menurut Prayitno (dalam Tohirin, 2007)” tujuan layanan konseling kelompok yaitu:
Terkembangnya perasaan, pikiran, wawasan dan sikap terarah pada tingkahlaku khususnya dan bersosialisasi dan berkomunikasi; terpecahnya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalh tersebut bagi individu- individu lain yang menjadi peserta layanan”.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa adanya pencapaian tujuan yang jelas dalam suatu kegiatan layanan konseling menjadi suatu keharusan agar kegiatan dapat terarah dan dapat dilaksanakan secara optimal.

4. Penyelenggaran Layanan Konseling Kelompok
Sebelum kegiatan layanan konseling kelompok dimulai, baik pemimpin kelompok maupun anggota kelompok hendaknya mengetahui dan menguasai apa yang sebenarnya terjadi dan hendak terjadi dalam kelompok itu sehingga kegiatan kelompok dapat diselenggarakan dengan baik.
Prayitno (1997) menyatakan bahwa”dalam konseling kelompok yang harus ditampilkan oleh seluruh anggota kelompok antara lain: membina keakraban dalam kelompok; melibatkan diri secara penuh dalam suasana kelompok; bersama-sama mencapai tujuan kelompok; membina dan mematuhi aturan dan kegiatan kelompok; ikut serta dalam seluruh kegiatan kelompok; berkomunikasi secara bebas dan terbuka; membantu anggota lain dalam kelompok; memberikan kesempatan pada anggota lain dalam kelompok; dan menyadari pentingnya kegiatan kelompok”.

Dalam konseling kelompok, masalah ptibadi setiap anggota kelompok dibicarakan melalui dinamika kelompok. Semua anggota ikut secara langsung dan aktif membicarakan masalah kawannya dengan tujuan agar anggota kelompok yang bermasalah itu terbantu dan masalahnya terentaskan.
Masalah yang dibahas dalam konseling kelompok muncul secara langsung di dalam kelompok itu pada awal kegiatannya. Pemimpin kelompok mengembangkan suasana kelompok sehingga seluruh anggota kelompok bersukarela membuka diri masing- masing dengan (1) mengemukakan masalah pribadinya, dan selanjutnya (2) berpartisipasi aktif membantu kawan sekelompok memecahkan masalah. Pembukaan masalah pribadi di hadapan sekelompok orang lain biasanya tidak mudah. Dihambat oleh kekhawatiran akan terbongkarnya rahasia pribadi. Oleh karena itu, sejak awal kegiatan konselor perlu memantapkan asas kerahasiaan pada seluruh anggota kelompok. Anggota kelompok yang akan mengemukakan masalah pribadinya akan terjaga, dan diisi lain anggota kelompok lainnya dengan sungguh- sungguh sanggup menyimpan dan menjaga kerahasiaan semua masalah kawan- kawannya tersebut.
Setelah para anggota kelompok mengemukakan masalah pribadi masing- masing, maka akan terdapat sejumlah masalah yang perlu dibicarakan di dalam kelompok itu. Karena semua masalah akan dibicarakan satu persatu, maka urutan pembicaraannya harus di musyawarahkan, sampai pada ahirnya tercapai kesepakatan masalah siapa yang prtama kali dibicarakan, kedua, ketiga dan seterusnya. Untuk setiap masalah, pembicaraan lansung ditujukan pada teratasi nya masalah itu. Semua anggota kelompok ikut serta dalam pembicaraan dengan tertib melalui pengajuan pertanyaan, pemberian jawaban, penjelasan, uraian,analisis, nasihat, dorongan semangat, simpati, alternatif pecehan, dan sebagainya.
Konselor sebagai fasilitator mendorong klien untuk berinteraksi secara penuh dengan seluh anggota kelompok lainnya dan serta menanggapi segala sesuatu yang berasal dari teman- teman itu demi terpecahkannya masalah rekan sekelompok. Disisi lain, konselor juga mendorong semua anggota kelompok lainnya untuk menyumbangkan apa yang mereka miliki seperti pendapat, pengalaman, dan sebagainya demi terpecahnya masalah sekelompok.

5. Persiapan dan pelaksanaan Layanan Konseling kelompok
Penyelenggaraan layanan konseling kelompok memerlukan persiapan dan praktik pelaksanaan kegiatan yang memadai. Pelaksanaan layanan konseling kelompok harus melalui tahap- tahap kegiatan secara teratur dan berurutan karena setiap tahap merupakankesatuan dalam seluruh kegiatan kelompok.

a. Langkah awal
Langkah atau tahap awal diselenggarakan dalam rangka pembentukan kelompok. Langkah awal dimulai dengan penjelasan tentang adanya layanan bimbingan kelompok bagi peserta, yang lebih rinci lagi dengan penjelasan tentang pengertian,tujuan dan kegunaan secara umum layanan tersebut. Setelah penjelasan ini, langkah selanjutnya menghasilkan kelompok yang langsung merencanakan waktu dan tempat menyelenggarakan kegiatan bimbingan kelompok.

b. Perencanaan kegiatan
Perencanaan kegiatan layanan konseling kelompok meliputi penepatan:
1. Tujuan yang inggin dicapai dari konseling kelompok itu sendiri
2. Sasaran kegiatan
3. Waktu dan tempat

c. Pelaksanaan kegiatan
Kegiatan yang telah direncanakan itu selanjutnya dilaksanakan melalui kegiatan sebagai berikut:

1) Persiapan Pelaksanaan
a. Persiapan menyeluruh
Persiapan menyeluruh ini meliputi persiapan fisik( tempat dan kelengkapannya), bahan, keterampilan dan administrasi.
2) Persiapan Keterampilan
Pembimbing diharapkan mampu melaksanakan teknik- teknik antara lain:
(a) Teknik umum, meliputi; mendengar dengan baik, memahami secara penuh, merespon secara tepat dan positif, dorongan minimal, penguatan dan keruntutan.
(b) Keterampilan memberikan tanggapan, meliputi; mengenal perasaan peserta, mengungkapkan perasaan sendiri, dan merefleksikan.
(c) Keterampilan memberikan pengarahan, meliputi; memberian informasi, memberikan nasihat, bertanya secara langsung dan terbuka, mempengaruhi dan mengajak, menggunakan contoh pribadi, memberikan penafsiran, mengkonfrontasikan, mengupas masalah, dan menyimpulkan.

2) Pelaksanaan tahap- tahap kegiatan
(a) Tahap pertama: pembentukan
Tahap pembentukan yaitu tahapan untuk membentuk kerumunan sejumlah individu menjadi satu kelompok yang siap mengembangkan dinamika kelompok dalam mencapai tujuan bersama.
(b) Tahap kedua: peralihan
Tahap peralihan yaitu tahapan untuk mengalihkan kegiatan awal kelompok ke kegiatan berikutnya yang lebih terarah pada pencapaian tujuan kelompok.
(c) Tahap ketiga: kegiatan
Tahap kegiatan yaitu tahapan ini untuk membahas topik- topik tertentu.
(d) Tahap keempat: pengakhiran
Tahap kegiatan untk melihat kembali apa yang sudah dilakukan dan dicapai oleh kelompok, serta merencanakan kegiatan selanjutnya.

Daftar Pustaka :
Dewa, K. 2008. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta
Djiwandono. 2005. Pengantar Konseling Kelompok
Mapiare .2010.Pengantar konseling Kelompok
Prayitno.1955. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Ghalia: Indonesia.
Sukardi. 2009. Layanan dan Konseling Kelompok


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: