Beranda » Teknik Tes Dan Non Tes » Tes Kecemasan

Tes Kecemasan

Archives

Categories

Calendar

Maret 2012
S S R K J S M
« Nov   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 204,021 hits

A. Pengertian tes kecemasan
Kecemasan merupakan salah satu bentuk emosi individu yang berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu, biasanya dengan objek ancaman yang tidak begitu jelas. Kecemasan dengan intensitas yang wajar dapat dianggap memiliki nilai positif http://lh3.ggpht.com/_h3JUNfzpj9I/S7Cbo8hfMeI/AAAAAAAAAto/-FgOs94NgO0/s1600-h/image%5B3%5D.pngsebagai motivasi, tetapi apabila intensitasnya sangat kuat dan bersifat negatif justru malah akan menimbulkan kerugian dan dapat mengganggu terhadap keadaan fisik dan psikis individu yang bersangkutan.
Kecemasan perasaan seseorang mungkin dalam situasi di mana kinerja benar-benar penting atau ketika tekanan untuk melakukannya dengan baik. Misalnya, seseorang mungkin mengalami kecemasan ketika dia akan mencoba untuk drama sekolah, menyanyi solo di panggung, menyelam, atau pergi ke wawancara penting dan lain-lain. Beberapa orang mungkin merasa gemetar, berkeringat, atau merasa jantung mereka berdetak cepat saat mereka menunggu untuk tes yang akan diberikan.
Uji kecemasan adalah suatu kondisi psikologis di mana orang mengalami pengalaman sebelum, selama, atau setelah tes atau penilaian. Kecemasan yang buruk menyebabkan atau mempengaruhi normal pembelajaran (Test Anxiety Questionnaire) dilakukan oleh G. Mandler dan SB Sarason pada tahun 1952).
Tes ini dikemas untuk mengevaluasi tingkat kecemasan anda secara umum. Tingkat kecemasan yang tinggi sangat mengganggu penampilan saat pertandingan dan latihan. Setelah mengetahui tingkat kecemasan – maka diperlukan tindak lanjut seperti konseling. Konseling adalah usaha untuk memberikan petunjuk perbaikan dan harus dikerjakan oleh orang lain selain pelatih.
http://www.testtakingtips.com/anxiety/index.htm

Gejala kecemasan
Telah terbukti melalui studi bahwa kecemasan uji memiliki hubungan negative yang kuat dengan hasil tes.
1. Fisik : sakit kepala , mual atau diare , perubahan suhu tubuh yang ekstrim, berlebihan berkeringat , sesak napas, cahaya-headedness atau pingsan, jantung berdetak cepat, dan / atau mulut kering.
2. Emosional : perasaan ketakutan yang berlebihan , kekecewaan , amarah , atau, dibawa ke tingkat ekstrim, depresi , menangis atau tertawa tak terkendali, perasaan tidak berdaya
3. Perilaku : gelisah , mondar-mandir, penyalahgunaan zat , penghindaran, memaki.
4. Kognitif : kosong, kesulitan berkonsentrasi, negatif self-talk, perasaan takut, membandingkan diri sendiri kepada orang lain, kesulitan mengatur pikiran seseorang.
http://www.testtakingtips.com/anxiety/index.htm

Tipe kecemasan
Freud (Calvin S. Hall, 1993) membagi kecemasan ke dalam tiga tipe:
1. Kecemasan realistik yaitu rasa takut terhadap ancaman atau bahaya-bahaya nyata yang ada di dunia luar atau lingkungannya.
2. Kecemasan neurotik adalah rasa takut jangan-jangan insting-insting (dorongan Id) akan lepas dari kendali dan menyebabkan dia berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum. Kecemasan neurotik bukanlah ketakutan terhadap insting-insting itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang akan menimpanya jika suatu insting dilepaskan. Kecemasan neurotik berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas, jika dia melakukan perbuatan impulsif.
3. Kecemasan moral yaitu rasa takut terhadap suara hati (super ego). Orang-orang yang memiliki super ego yang baik cenderung merasa bersalah atau malu jika mereka berbuat atau berfikir sesuatu yang bertentangan dengan moral. Sama halnya dengan kecemasan neurotik, kecemasan moral juga berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas jika dia melakukan perbuatan yang melanggar norma Selanjutnya, dikemukakan pula bahwa kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut traumatik, yang akan menjadikan seseorang merasa tak berdaya, dan serba kekanak-kanakan.
Apabila ego tidak dapat menanggulangi kecemasan dengan cara-cara rasional, maka ia akan kembali pada cara-cara yang tidak realistik yang dikenal istilah mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism), seperti: represi, proyeksi, pembentukan reaksi, fiksasi dan regresi.
Semua bentuk mekanisme pertahanan diri tersebut memiliki ciri-ciri umum yaitu:
(1) mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan
(2) mereka bekerja atau berbuat secara tak sadar sehingga tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kecemasan dapat dialami siapapun dan di mana pun, termasuk juga oleh para siswa di sekolah. Kecemasan yang dialami siswa di sekolah bisa berbentuk kecemasan realistik, neurotik atau kecemasan moral. Karena kecemasan merupakan proses psikis yang sifatnya tidak tampak ke permukaan maka untuk menentukan apakah seseorang siwa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama, dengan berusaha mengenali simptom atau gejala-gejalanya, beserta faktor-faktor yang melatarbelangi dan mempengaruhinya. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa gejala-gejala kecemasan yang bisa diamati di permukaan hanyalah sebagian kecil saja dari masalah yang sesungguhnya, ibarat gunung es di lautan, yang apabila diselami lebih dalam mungkin akan ditemukan persoalan-persoalan yang jauh lebih kompleks.

B. Macam-macam Tes Kecemasan

1. TMAS : Taylor Manifest Anxiety Scale
Yaitu skala pengukuran manifestasi kecemasan yang dibuat oleh Taylor. Selain itu Jung dan Hamilton juga membuat skala untuk mengukur kecemasan.

2. Uji GAD (Generalized Anxiety Disorder)

Tes kecemasan ini berguna untuk membantu menentukan apakah seseorang memiliki gejala Generalized Anxiety Disorder (GAD) dan apakah seseorang itu harus mencari diagnosis atau perawatan untuk Generalized Anxiety Disorder dari seorang dokter atau profesional kesehatan mental.

3. Sosial Anxiety, Uji Fobia Sosial
Social Anxiety (Sosial Fobia) tes ini berguna untuk membantu menentukan apakah seseorang memiliki gejala Social Anxiety Disorder (SAD) dan apakah seseorang harus mencari diagnosis atau perawatan untuk Social Anxiety Disorder dari seorang dokter atau profesional kesehatan mental.
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.healthyplace.com/psychologicaltests/&ei=EI_nS7HlJ8G8rAf_7uCzAw&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=3&ved=0CB0Q7gEwAg&prev=/search%3Fq%3Dtes%2Banxiety%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26hs%3DRn0%26sa%3DG%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26channel%3Ds


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: