Beranda » Teknik Tes Dan Non Tes » Latar Belakang Munculnya Tes Inteligensi

Latar Belakang Munculnya Tes Inteligensi

Archives

Categories

Calendar

Maret 2012
S S R K J S M
« Nov   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 204,021 hits

Pengukuran adalah bagian esensial kegiatan keilmuan. Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang relatif mash muda harus banyak berbuat dalam hal pengukuran ini agar eksistensinya, baik dilihat dari segi teori maupun aplikasinya makin mantap. Sebagai ilmu pengetahuan yang relatif muda, psikologi dalam kegiatan dan perkembangannya terpengaruh oleh ilmu-ilmu pengetahuan yang lebih tua. Oleh karena itu uraian mengenai pengukuran dalam psikologi ini akan disajikan melalui uraian mengenai pengukuran dalam ilmu pengetahuan, dan setiap kali akan dikaitkan dengan psikologi.

Binet dan rekan-rekannya melakukan penelitian mengenai cara-cara mengukur inteligensi. Banyak sekali prosedur yang dicoba seperti pengukuran kepala, raut muka, bentuk tangan, dan analisis tulisan tangan. Namun hasilnya menuntun Binet kepada keyakinan bahwa pengukuran langsung, betapapun kasarnya, mengenai fungsi-fungsi intelektual yang kompleks adalah yang paling memberikan harapan. Kebetulan waktu itu Kementrian Pengajaran memerlukan prosedur untuk mengidentifikasi anak-anak terbelakang agar mereka mendapatkan pendidikan yang memadai. Dalam kaitan dengan kebutuhan inilah, maka Binet dan Simon menghasilkan skala Binet-Simon yang pertama tahun 1905. Skala ini terkenal dengan skala 1905, terdiri dari 30 soal disusun dari yang paling mudah ke yang paling sukar. Taraf kesukaran ditentukan secara empiris dengan mengadministrasikan skala itu kepada 50 orang anak normal umur 3 sampai 11 tahun, dan kepada sejumlah anak-anak tuna grahita dan orang dewasa. Tes itu dirancang meliputi suatu variasi fungsi yang luas, dengan tekanan khusus pada pendapat, pemahaman, dan penalaran, yang oleh Binet dianggap sebagai komponen-komponen esensial inteligensi. Walaupun tes-tes sensoris dan perseptual juga termasuk pada versi pertama ini, namun sebagian besar isinya adalah tes verbal. Pada skala versi kedua yang diterbitkan tahun 1908, jumlah soalnya ditambah. Soal-soal itu dikelompok-kelompokkan menurut jenjang umur berdasar atas kinerja 300 orang anak normal berumur antara 3 sampai 13 tahun. Pada jenjang umur 3 tahun ditempatkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab dengan benar oleh 80-90% anak-anak berumur 3 tahun, pada jenjang umur 4 tahun ditempatkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab dengan benar oleh anak-anak berumur 4 tahun, demikian seterusnya sampai umur (jenjang) 13 tahun. Skor seorang anak pada seluruh perangkat tes lalu dapat dinyatakan sebagai jenjang mental (mental level) sesuai dengan umur anak normal yang setara dengan kinerja anak yang bersangkutan. Dalam berbagai adaptasi dan terjemahan kemudian istilah jenjang mental diganti dengan umur mental (mental age) yang kemudian menjadi populer. Revisi ketiga skala Binet-Simon diterbitkan tahun 1911, beberapa bulan setelah Binet meninggal dengan mendadak. Pada tahun 1912, dalam Konggres Psikologi Internasional di Genewa, William Stern, seorang ahli psikologi dari jerman, mengusulkan konsep kuosien inteligensi, yaitu IQ= MA/CA. Konsep ini kemudian dipakai dalam skala Binet yang direvisi di Universitas Stanford, yang terkenal dengan nama Skala Stanford-Binet diterbitkan tahun 1916, kemudian revisinya terbit tahun 1937, dan revisi selanjutnya terbit tahun 1960. Skala Stanford-Binet inilah yang selanjutnya diadaptasikan ke dalam berbagai bahasa dan digunakan secara luas di mana-mana. Kecuali itu skala Stanford Binet juga menjadi model pengembangan tes inteligensi lain.


1 Komentar

  1. do i Have depression mengatakan:

    It takes me about 5 seconds to be aware of how I feel and
    to realize that I need to reapond to tthe messenger. I am the owner of
    a website that offers great christian articles and a
    variety off religious products. ” Then just move on and enjoy our day, moment by moment:).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: