Beranda » Uncategorized » Terapi Terpusat Pada Klien

Terapi Terpusat Pada Klien

Archives

Categories

Calendar

November 2011
S S R K J S M
« Mei   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 204,021 hits

Clien-Centered Therapy sering juga disebut psikoterapi Non-Directive adalah suatu metode perawatan psikis yang dilakukan dengan cara berdialog antara konselor dengan klien, agar tercapai gambaran yang serasi antara ideal self (diri klien yang ideal) dengan actual self (diri klien dengan kenyataan yang sebenarnya). Ciri-ciri terapi ini adalah:
a. Ditujukan kepada klien yang sanggup memecahkan masalahnya agar tercapai kepribadian klien yang terpadu;
b. Sasaran konseling adalah aspek emosi dan perasaan (feeling), bukan segi intelektualnya;
c. Titik tolak konseling adalah keadaan individu termasuk kondisi social-psikologis masa kini (here and now), dan bukan pengalaman masa lalu;
d. Proses konseling bertujuan untuk menyesuaikan antara ideal-self dengan actual-self;
e. Peranan yang aktif dalam konseling dipegang oleh klien, sedangkan konselor adalah pasif-relektif, artinya tidak semata-mata diam dan pasif akan tetapi berusaha membantu agar klien aktif memecahkan masalahnya.

1. Tujuan Konseling
Terapi terpusat pada klien yang dikembangkan oleh Carl Ransom Rogers tahun 1942 bertujuan untuk membina kepribadian klien secara integral, berdiri sendiri, dan mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalahnya sendiri.
2. Proses Konseling
Tahap-tahap konseling Terapi Terpusat Pada Klien:
1. Klien datang pada konselor atas kemauannya sendiri.
2. Situasi konseling sejak awal harus menjadi tanggung jawab klien, untuk itu konselor menyadarkan klien.
3. Konselor memberanikan klien agar ia mampu mengemukakan perasaannya.
4. Konselor menerima perasaan klien serta memahaminya.
5. Konselor berusaha agar klien dapat memahami dan menerima keadaan dirinya.
6. Klien menentukan pilihan sikap dan tindakan yang akan diambil.
7. Klien merealisasikan pilihannya itu.

3. Teknik Konseling
Penekanan masalah ini adalah dalam hal filosofis dan sikap konselor ketimbang teknik. Dan mengutamakan hubungan konseling ketimbang perkataan dan perbuatan konselor.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: